Apakah mungkin aku bisa lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata 9, apalagi Tembus Perguruan Tinggi Negri?
Ah mana mungkin aku masuk kedokteran, aku orang bodoh. Rangkingku jelek melulu.
Aku orang miskin, ga punya duit. Mana mungkin bisa melanjutkan kuliah ?
Aku ga ikut les privat, ga ikut bimbel, buku-buku sedikit. Mana mungkin masuk ITB?
Aku engga yakin, keluargaku berantakan, masa laluku suram. Ga PeDe mau lanjut kuliah.
Aku punya penyakit, cacat jasmaniku. Gimana mungkin bersaing dengan orang-orang normal ?
Aku banyak masalah, kau ga bisa merasakan perasaanku, penderitaanku. Apalagi orangtua dan orang-orang terdekat ga
ada yang ngedukungku. Mimpi kali bisa kuliah di perguruan tinggi idamanku ?
Pernahkan terlintas perkataan di atas atau seribu alasan lain lagi yang intinya mengatakan rasanya aku ga mungkin bisa
lulus Ujian Nasional dengan nilai bagus apalagi tembus perguruan tinggi favorit.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tiap orang diciptakan dalam kondisi unik. Masing-masing memiliki kelebihan dan
kelemahan. Hanya orang-orang yang bermental pemenang yang akan mengasah terus kelebihan yang dia miliki dan
memperbaiki kelemahan yang ada.
Seringkali kemiskinan, rangking jelek (kadang dianggap bodoh), kesehatan, faktor keluarga, masa lalu, banyaknya masalah
dijadikan alasan untuk sulitnya menggapai masa depan. Mereka menganggap semua itu merupakan kelemahannya yang
ga bisa dihindari. Seakan-akan itu sudah jadi ‘GEMBOK’ dalam diri kita.
Lepaskan gembok-gembok yang mengunci diri teman-teman itu, niscaya masa depan menantimu.
Caranya gimana ? yah belajar langsung dari pengalaman orang-orang sukses yang telah membuka gembok-gembok yang
menguncinya.
- Kekurangan finansial
Teman-teman pernah dengar nama Dewa Eka Prayoga atau Merry Riana ? Siapa sih mereka ?
Dewa Eka Prayoga, lahir di Sukabumi pada 24 April 1991 merupakan anak tunggal dari pasangan Devi Aristi
Handayani dan Dedi Rahman Legiman (Alm).
Pada usia 17 tahun, dia hampir tidak bisa kuliah karena masalah keuangan. Tidak ada ayah, saudara dan ibupun
tidak bekerja. Keadaan memaksanya untuk bisa hidup mandiri. Rumahnyapun yang di sukabumi terkena longsor.
Ia bingung, harus tinggal dimana. Darimana uang untuk memperbaiki rumahnya. Akhirnya terpaksa mereka
berhutang lebih dari 47 juta untuk perbaikan rumah. Dengan terpaksa harus droput dari kuliah. Harus kerja untuk
bisa hidup, bisa makan. Tapi semua itu tidak menyurutkan langkahnya untuk menjadi orang sukses. Kemiskinan bukanlah penghalang untuk menjadi orang yang sukses bahkan ia jadikan cambuk dan pelecut agar lebih giat.
Kerja lebih ekstra, kerja lebih keras dari batas potensi maksimal.
Kegigihannya membuahkan hasil. Usia 21 tahun dia sudah menjadi salah satu pengusaha muda, milyarder muda
di indonesia.
Bagaimana dengan Merry Riana ?
Kisah tentang Merry Riana adalah kisah tentang impian besar, tentang keteguhan hati, dan tentang doa
sepanjang hari yang terus dilantunkan.
Kisahnya berawal dari tragedi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Karena pertimbangan keamanan, Riana yang lulus
dari SMA Santa Ursula, Jakarta diminta orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Nanyang Singapore
Technology. Karena kurangnya biaya, ia terpaksa meminjam dana pendidikan dari bank di Singapore (pinjaman
ini harus dikembalikan setelah lulus, bekerja dan memperoleh penghasilan).
Ia melakoni kuliah di Singapore dengan biaya yang amat terbatas. Acapkali ia hanya makan dua kali sehari
(itupun hanya semangkuk mi rebus di pagi hari dan dua lembar roti di siang hari) lantaran minimnya dana. Ia
sungguh ingin melewati masa kelam ini dengan sebuah impian besar : mencapai kebebasan finasial sebelum usia
30 tahun.
Selepas kuliah dia memutuskan buka usaha sendiri di bidang keuangan dengan modal sangat minim. Agar
mampu menjual produk keuangan yang ia pasarkan, ia bekerja 14 jam sehari, 7 hari seminggu, terus bergerak
menelusuri setiap sudut kota Singapore. Ribuan kali ditolak, ribuan kali bangkit. Ratusan kali gagal, lalu terus
mencari strategi baru yang lebih smart agar berhasil.
Dan perjuangan itu kadang begitu getir. Di sebuah dinihari yang senyap, ia tergolek tak berdaya di salah satu
sudut peron stasiun KA. Letih, dan keputus-asaan membayangi wajahnya. Ia hanya bisa menangis lirih. Toh esok
lusa, ia segera bergegas lagi. Terus bergerak lagi. Terus berjuang lagi. Kesulitan, ia bilang, akan terasa mudah
jika kita terus tegar menghadapinya hingga tuntas.
Dan boom, di usia 26 tahun, usia yang sangat muda itu, ia telah berhasil memperoleh penghasilan 1 juta
dollar. Media terkemuka di Singapore menobatkannya sebagai the young female millionaire.
Padahal, beberapa tahun sebelumnya, perempuan yang besar di Pulomas, Jakarta itu harus setiap hari sarapan
indomie rebus lantaran kekurangan biaya kuliah. Padahal beberapa tahun sebelumnya, ia terpaksa bekerja
sebagai pelayan di hotel dan penjaga toko bunga untuk membiayai hidupnya.
- Dianggap bodoh
Kamu mungkin mengenal Thomas Alfa Edison.
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa
secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu
untuk mengeluarkannya dari sekolah. Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad
yang teguh, " anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia." Tommy
kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya
bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus
maju. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari
sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas
Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
Pernah dengar nama Ruslan Shobara ? Sebagian mungkin pernah sebagian lagi belum.
Saat SMA, pemuda ini dulu si raja bandel dan tukang mabuk. Selain itu, prestasi akademiknya selalu jeblok.
Lelaki ini, pernah mendapat dua acaman sekaligus: tidak naik kelas dan dikeluarkan dari sekolah. Namun setelah
negosiasi dengan gurunya akhirnya ancaman itu dicabut. Sebagai ucapan terima kasihnya ia serius belajar
sehingga menjadikannya juara umum di sekolah itu.
Untuk menyambung hidup ia pernah menjalankan berbagai usaha. Salah satu usaha yang dijalaninya adalah
berjualan mie ayam. Ia sering tidur di pinggir rel kereta api untuk menunggu gerobak mie ayamnya agar tidak
dicuri orang. Setelah lima tahun berjibaku dalam bisnis dan sering gagal, lelaki yang kini tinggal di Sukabumi ini
pada tahun 2009 berkonsultasi dengan guru ngajinya. Pertanyaan utama yang ia ajukan kepada guru ngajinya,
“Mengapa bisnis saya tidak maju-maju bahkan sering gagal?”
Dengan santainya sang guru menjawab, “Ada satu yang kurang dalam hidupmu, yaitu menikah.” Tentu lelaki
kelahiran 4 Februari 1986 ini kaget. Bisnis belum mapan, penghasilan pas-pasan kok malah disuruh nikah. Tapi
gurunya kemudian menambahkan, “Jangan menunggu mapan untuk menikah tetapi menikahlah maka kamu akan
mapan.” Akhirnya Ruslan Shobara, menikahi gadis berusia 19 tahun bernama Madaniah Munawarah pada tahun
2009.
Nasihat guru ngajinya itu terbukti ces pleng! Usai menikah, bisnis lembaga pendidikan dan supplier komputer
miliknya berkembang pesat dan memetik keuntungan yang terus membesar. Dari keuntungan dua usaha itu, lelaki
pemilik kendaraan F 7 UC ini berinvestasi ke berbagai bisnis lain yang hasilnya semakin moncer. Setiap bulan
omzet bisnisnya mencapai puluhan milyar rupiah. Hebatnya, ia berbisnis tanpa berhutang.
- Kesehatanku terganggu
Tak ada orang yang mau dilahirkan dalam keadaan cacat. Orang yang lahir dalam keadaan sempurna pun tentu
tak pernah menginginkan menjadi cacat. Hidup sebagai orang yang berkondisi fisik sempurna saja sering tak
mudah apalagi jika cacat.
Namun hebatnya, tak sedikit orang-orang cacat ini yang memiliki semangat hidup yang luar biasa. Semangat
hidup yang pantang menyerah ini menjadikan mereka sebagai orang cacat yang berprestasi. Anda mungkin
akan kaget jika mengetahui bahwa Habibie Afsyah telah sukses menjadi pebisnis Online pada usianya 21 tahun
(saat bukunya dibuat thn 2009). Di usia mudanya, Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk
mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya.
Habibie terlahir sebagai bayi montok dan sehat yg membuat orangtuanya tidak menaruh curiga terhadap keadaan
fisik anaknya.
Baru pada Usia 8 bulan, orang tuanya mulai curiga karena Habibie kecil belum juga bisa merangkak seperti bayi
normal lainnya.
Mulailah Habibie di bawa ke Dokter oleh Ibunya untuk mengetahui penyebab terlambatnya perkembangan fisik
tsb.Setelah dibawa ke berbagai Rumah Sakit dan bertemu dengan banyak dokter, diketahui ternyata Habibie
menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe Backer.
Ada kelainan di otak kecil Habibie yg menyebabkan perkembangan syaraf motoriknya terganggu, sehingga
pertumbuhannya terhambat dan mengalami kelainan.
Bahkan ada Dokter yg memprediksi umurnya hanya sampai 25 tahun saja.
Habibie sering dibawa ke mana-mana oleh Sang Ibu untuk berobat, baik ke dokter spesialis, maupun ke
pengobatan alternatif. Semua dilakukan Ibunya agar mendapatkan kesembuhan bagi Sang Anak. Bahkan Habibie
sempat dibawa terapi khusus dengan memasukkan tubuhnya ke dalam semacam kotak. Kakinya dimasukkan
sepatu khusus dengan penyangga besi.
Namun Habibie merasa proses terapinya sangat menyakitkan. Dalam setiap terapi sekitar 15-30 menit itu Habibie
kecil selalu menangis ; “Sakit Ma, sakit. Udah ma, Dede ngak mau,” jeritnya. Karena terapi yg menurut Habibie
menyakitkan tersebut, pangkal pahanya sempat terlepas dari tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat
pertumbuhan kakinya menjadi tidak seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang sebelah.
Namun keadaan cacat telah mengajarkan Habibie untuk ikhlas menerima keadaan yg diberikan Tuhan. Hal itu
bisa dia terima dengan apa adanya.
Yang membuat sangat berat adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan layak dari lingkungan sekitar.
Memang Beliau sangat merasakan diskriminasi ketika mau mendaftar ke sekolah, mau menikmati liburan di tmp
wisata bersama keluarga, dan lain sebagainya.
Sebagian sekolah beralasan belum memiliki fasilitas untuk menampung Anak Cacat yg berkursi roda untuk belajar
di sekolah normal.
Ibu Habibie lah yg berjuang keras ke sana-ke mari untuk mencari tempat pendidikan buat anaknya. Termasuk
suatu ketika mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari dg pengajar dari
Singapura, Mr. Fabian Lim.
Ceritanya setelah bergelut dengan perjuangan untuk bisa lulus sekolah hingga SMA, Habibi tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dia didaftarkan ibunya ikut Kursus Dasar Internet Marketing. Biayanya lumayan besar, Rp. 5 juta. Usai Kursus
Dasar Internet Marketing tsb, Habibie mengaku tidak tahu harus melakukan apa lagi karena dia merasa benarbenar
buta tentang bidang yg baru dipelajarinya itu. Dia merasa nol besar untuk bidang internet marketing ini.
Apalagi kursus yg diberikan dalam Bahasa Inggris dan memakai Alih bahasa (tanslator).
Habibie memang sering membuka internet, namun itu hanya untuk bermain game online sebagai pengisi
kesibukannya di rumah. Katanya Komputer yg dipakai juga masih numpang di komputer kakaknya.
Belum habis kebingungan Habibie, Selang beberapa bulan kemudian, Habibie diikutkan kembali oleh ibunya
untuk ikut Kursus tingkat lanjut (advanced) Internet Marketing dg pembicara yg sama dari Singapura,Fabian Liem.
Sebenarnya Habibie sempat menolak karena tidak enak melihat Ibunya
harus menjual Mobil sewaannya hanya agar dia bisa ikut pelatihan tsb.
Karena Biaya Kursus tingkat lanjut itu mencapai Rp. 15 Juta.
Dia sempat berdebat dengan ibunya, namun Ibunya tetap memberikan semangat kepada Habibie dan
mendorongnya untuk bisa berhasil. “Anggap saja kamu kuliah”, begitu kata mamanya. Akhirnya dengan dorongan
mamanya, Habibie mau juga ikut kursus mahal itu.
Di kursus advanced tsb, habibie mengikuti “kuliah” setiap 2 minggu selama 3 bulan. Di tmp kursus inilah pertama
kalinya Habibie berkenalan dengan Suwandi Chow, alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris ke
Bahasa Indonesia.
Setelah belajar 3 minggu, Habibie berhasil mendapatkan penjualan pertama dari Amazon.com dg Produk
Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie senangnya bukan kepalang karena baru kali ini bisa
menghasilkan uang dari internet. Pada komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena biaya iklan
lebih besar dari komisi.
Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi $124, $500, $1000, dan $2000 dari
Amazon. Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.
Uang hasil penghasilan dari Amazon dipakai Habibie untuk mengikuti kursus-kursus internet marketing lain,
seperti Eprofitmatrix, Dokterpim, dan Indonesia Bootcamp.
Dari kursus dan praktek internet marketing, Habibie sudah bisa menerbitkan Ebook Panduan Sukses dari Amazon
dan membuat situs Listing Rumah (rumah101.com).
Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix bersama Gurunya, Suwandi Chow. Itulah pertama kali
Habibie menjadi Trainer seminar meskipun usianya masih 20 tahun.
Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, hingga
diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie diundang pada acara Kick Andy di Metro TV pada episode
“Kasih Tiada Bertepi”
- Masa laluku hancur
Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi
wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah
Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.
TAHUKAH ANDA Siapakah Ofrah Winfrey dulunya?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu
yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya
berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin.
Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta
teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan
melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.
Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan
disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat,
namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan
berdisiplin tinggi.
Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung
Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes
kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..
Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia
menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai
debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang
akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating
tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya
membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan
pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah
mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan
lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.
Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk
keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan
nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!
sUMBER : Sukses Ujian Nasional dan Tembus PTN 2013
by os&vicka 12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar