Jumat, 03 Mei 2013

Berhentilah Jadi Gelas



Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika
wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal
yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang
Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit
bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habishabisnya,"
jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua
genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia
laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam
sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas
air itu," kata

Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis
karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan
wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang
meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya
ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan
ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke
danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin
meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak
sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang
Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di
pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air
danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air
danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru
bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap
bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari
aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil
di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa
asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air
dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum
memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai
puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
"Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang,
tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan
penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh
Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak
berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia
ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia
seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu
sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang
menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan
qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau." (From : Suluk - Blogsome)

Penyebab Golput pada sebagian Lapisan Masyarakat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ,
Kali ini saya akan membahas tentang Mengapa seseorang memilih untuk golput ?
Karena kenyataan dilapangan membuktikan bahwa orang-orang yang masuk dalam kategori Golput ini lebih banyak jumlahnya dari pada yang menggunakan hak pilihnya .
Berikut ppendapat dari seorang guru saya mengenai sebab tingginya angka  Golput  :
1.       Banyak orang yang beranggapan bahwa mencoblospun (memilih)  tidak mengubah nasib si pencoblos (pemilih).
2.       Kerja, kuliah, sekolah, usaha yang diluar kota yang tidak memungkinkan untuk memilih . Karena alasan jauh dan tidak ada gunanya .
3.       Ketidakpercayaan pemilih kepada semua kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon pemimpin .
4.       Apatis, siapapun yang terpilih ujung-ujungnya untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja.
5.       Para kandidat yang tidak menggunakan dengan baik kampanye , banyak warga yang tidak mengetahui siapa yang harus dipilih karena semua kandidat tidak pernah bersosialisasi di kampong-kampung atau daerah-daerah pelosok. Kalaupun ada
6.       Beberapa kandidat biasanya baik kepada warga hanya sesaat misal: datang ke desa-desa menanyakan kekurangan apa , gakk sampai berhari-hari cukup menghitung hari langsung dipenuhi ,tapi ketika sudah jadi pemimpin gak tau deh kemana gak kelihatan lagi.
Janji para pemimpin yang tidak ditepati atau hanya OMDO saja jarang sekali ada yang menepati.
Masyarakat butuh kepastian dan bukti untuk meyakinkannya memilih pemimpin . Masyarakat tidak butuh janji besar namun hasilnya nihil . Masyarakat butuh pemimpin yang betul-betul amanah akan tugas sebagai wakil rakyat yang diembannya. MASYARAKAT HAUS AKAN PEMIMPIN YANG JUJUR, ADIL, BIJAKSANA, DAN AMANAH SERTA PEMIMPIN YANG MEMPERJUANGKAN ASPIRASI RAKYAT.
Mungkin masih banyak lagi yang menjadikan masyarakat lebih memilih untuk Golput dari pada menggunakan hak pilihnya ini hanya sebagian kecilnya saja.
Ketika saya bertanya kepada beliau Bagaimana pendapatnnya tentang Golput ini . padahal sebagai warga Negara yang baik sudah seharusnya menggunakan hak pilihnya ?
Beliau menjawab : “Saya secara pribadi tidak bisa menyalahkan orang yang Golput karena banyak sebab, apalagi jika alasannya. “daripada memilih pemimpin , terus pemimpin itu tidak amanah bahkan korupsi, sama saja kita jadi penyumbang suara , nah kita dapat dosa jadinya”.Seyogyanya kita sebagai warga Negara yang baik tetap menggunakan hak pilih kita, jika TIDAK ADA PILIHAN yang TERBAIK pilihlah yang sedikit kejelekannya meskipun itu kurang baik , jika masih tidak ada ya pilihlah karena ketakwaanya dan keikhlasannya kepada Allah . Kalaupun tidak ada lagi mending golput saja.”
Gunakan hak pilih ANDA karena itu menjadi Penetu masa Depan yang akan DATANG
Wassalam .                                                                                                                                           

Berpikir Sederhana



Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang
buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri
dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
rusa besar yang saya incar?"
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat.
Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan,
sia-sia." Agak lama pemburu menunggu.
 Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat,
 pemburupun mulai siaga penuh,
tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu.
Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur.
Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget.
 Spontan ia berteriak,
Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatankesempatan
kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang
orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
menemukan siapa-siapa.

Kamis, 02 Mei 2013

Cerita Hikmah

Sebuah cerita yang mengandung hikmah besar didalammnya

Pay It Forward
Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana
yang kita lakukan kepada orang lain akan
mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film "PAY IT FORWARD" bisa menjadi
pendorong
yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada
orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang
berpi
kir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika
ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan
melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa
suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi.
Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan
eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda
gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang
selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk
berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman
keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin
mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur
rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat
sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT
FORWARD, MOM"
Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan
kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si
Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak
pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki
hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor
mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :"PAY IT FORWARD,MOM"
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima
dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda
yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di
mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan
terima kasih, si nenek berpesan : "PAY IT FORWARD, SON".
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan
tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis
kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis
kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada
ayah si gadis kecil : "PAY IT FORWARD,
SIR"
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong
meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan
mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat

sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis
berpesan:"PAY IT FORWARD"
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad
untuk mencari tau dari mana asal muasalnya
istilah "PAY IT FORWARD" tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk
menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang
memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian,
putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide
tersebut.
Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor
bisa tampil di Televisi supaya banyak
orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat
kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa
yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA
SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia
ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman
sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor,
betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang
dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin
tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir
hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya
dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.
Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita,
dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan
bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan
hanya sesederhana ini: "PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu
kepada orang lain yang ada disekitar
mu :)

Kenali gaya belajarmu


Kenali gaya belajarmu
Apa tipe dan gaya belajar kita? Suka berdiskusikah ? atau mungin kita suka sekali mendengarkan musik
sambil belajar atau kita suka mencatat?. Ada beberapa macam gaya belajar. Namun yang paling umum
ada tiga yaitu Visual, Kinestik, dan Auditorial.
Visual
Rapi dan teratur
Berbicara dengan cepat
Lebih mengingat apa yang dilihat dari pada didengar
Mementingkan penampilan
Biasanya tidak terganggu oleh keributan
Lebih suka membaca dari pada dibacakan
Lebih suka seni lukis dari pada seni music
Kinestik
Bicara dengan perlahan
Menanggapi perhatian fisik
Menyuruh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
Selalu berorientasi pada fisik
Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
Belajar melalui manipulasi dan praktik
Banyak menggunakan isyarat tubuh
Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama
 Auditorial
Berbicara pada diri sendiri pada saat bekerja
Mudah terganggu oleh keributan
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Dapt mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara
Meresa ksulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
Berbicara dalam irama yang terpola
Lebih suka seni musik dari pada seni lukis

Banggakan Orang Tua Kita


Persembahkan kesuksesan kita buat orang tua
o Bagi yang ortunya masih hidup ketahuilah mereka adalah "kunci surga" buatmu, bila kau perlakukan
dengan baik
o Bagi yang ortunya telah tiada berdoalah dan jalin hubungan dengan orang-orang yang menjadi sahabat
ortu
o Ketahuilah ortumu tak mengharapkan balasan darimu, tapi dia merindukan prestasimu
o Bila kita belajar asal-asalan dan tak mau berprestasi, sesungguhnya kita sedang mengecewakan ortu
o Bila kita pergi sekolah dan hanya main-main saja, sebenarnya kita pun telah melukai perasaan mereka
o Peringanlah tugas ortumu, saat kita kecil dia mengasuh kita, jangan setelah kita remaja-dewasa
menyuruh mereka untuk ini dan itu
o Sisihkanlah dana & waktu berkualitas untuk ortumu sebagai prioritas dalam hidupmu
o Berdua-duaan dengan pacar kamu bisa lama, kenapa dengan ortu mu ga bisa
o Mentraktir teman dan pacarmu bisa, kenapa sekedar membelikan sesuatu pada ortumu ga bisa
o Saat berbeda pendapat dengan ortu jadikanlah media untuk berlatih negosiasi bukan untuk
menghardiknya
o Jangan pernah sekalipun menceritakan keburukan dan kelemahan ortu kepada orang lain
o Saat ortumu sakit segeralah obati, jangan kau anggap beban tapi amal soleh yang sangat tinggi
o Jangan pernah mengeluh sedikitpun saat ortumu meminta pertolonganmu
o Bermimpilah dan berusahalah dengan keras agar mampu memberangkatkan mereka ke tanah suci
o Sadarilah, saat kita berbuat dosa saat itulah sebenarnya kita juga mencemarkan nama baik ortu
o Jangan pernah tunda niat berbuat baik kepada ortumu daripada kau menyesal karena Dia memanggil ortumu
o Walau pendidikan ortumu lebih rendah darimu tapi jangan pernah sekali-kali kau mencaci pendapatnya
o Sungguh terlalu bila belum mampu membahagiakan ortu tapi jarang berdoa buat ortu, anak tak tahu
malu
o Bila ortumu tidak setuju atas pilihan pasangan hidupmu, yakinkanlah, jangan menikah tanpa restu
mereka

o Agama telah memuliakan Ibu , maka hari ini tidak berlebihanlah jika kita memberikan sesuatu yang lebih
dari biasanya.
Saat MELAHIRKAN darahnya berceceran untuk MENYELAMATKAN mu
Saat MENDENGAR tangisan mu yang PERTAMA Air Mata BAHAGIA nya MENETES
Saat MEMELUK tubuhnya yang mungil dia merasa BERHASIL dlm PERJUANGAN BESAR
nya
SAKIT pasca MELAHIRKAN mu, dia TIDAK BERISTIRAHAT banyak dan terus didekatmu
Saat KAMU MENANGIS, dia akan TERBANGUN dan BANGKIT mengambilmu WALAUPUN
TUBUHNYA SAKIT DAN SANGAT LESU
Jam BERAPAPUN tangis kamu PECAH, dia akan BERUSAHA mendiamkan mu dalam Doa,
dalam Tangis dan dalam CINTA
Nama kamu DISEBUT dalam DOA nya dan BERHARAP kamu BERKELIMPAHAN bahagia
sepanjang masa hidup mu
Dia ga pernah TAHU, BESAR NANTI kamu akan MELAWAN, MEMBUATNYA MENANGIS
bahkan MENGUSIRnya, dia tetap MENYUSUImu
Kamu MELENGKAPI rasa Air matanya, Bahagia, Terharu, Sedih ITU SEMUA untuk
bersamamu & membuatmu tetap HIDUP